Halo sahabat semua, kali ini kita akan mempelajari tentang bagaimana klasifikasi jamur yang sudah dikenal dan diidentifikasi oleh manusia. Tentu kalian sudah mengerti apa itu klasifikasi? Istilah klasifikasi pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuan yang bernama Carolus Linnaeus pada abad ke-18. Prinsip dasar dari klasifikasi dari mahluk hidup yang dia jabarkan adalah mengelompokkan berdasarkan persamaan ciri dari mahluk hidup itu sendiri. Lalu kasifikasi jamur bagaimana? Sudah tentu, kita akan mempelajari pengkelompokkan jamur berdasarkan persamaan ciri dari jamur-jamur tersebut.

Mungkin dianatara kalian memiliki pertanyaan, mengapa diperlukan klasifikasi terhadap jamur? Jawabannya sederhana, jumlah spesies jamur sangat banyak, bahkan beberapa ilmuan menyatakan bahwa sudah ditemukkannya lebih dari 100 ribu spesies dari jamur. Bahkan setiap tahunnya para ahli dibidang mikrobiologi mendaftarkan dan  dapat mengidentifikasi 1000 spesies pertahunnya. Bisa dibayangkan jika kita tidak mengelompokkan spesies jamur tersebut, sangat sulit untuk mempelajarinya. Itulah sebabnya para ilmuan memuat sebuah ide brilian yaitu mengkelompokkan spesies berdasarkan persamaan ciri mereka yang dikenal dengan klasifikasi jamur.

Tahukah sahabat, bahwa Jamur/fungi merupakan organisme eukariotik yang memiliki dinding sel dan pada umumnya tidak berkrolofil.  Dengan demikian bisa di pastikan bahwa fungi tidak dapat melaakukan fotosintesis  atau menghasilkan bahan organik dari karbondioksida dan air. Oleh sebab itu fungi disebut sebagai organisme heterotof dan sifat heteretof menyerupai sel hewan.

Pengertian Jamur atau Fungi Menurut Para Ahli

Campbell

Dikutip dalam buku yang ditulis oleh Campbell bahwa Fungi adalah eukariota, yang merupakan  multiseluler. Karena fungi memiliki dinding sel, dahulu  fungi pernah dikelompokkan ke dalam kingdom tumbuhan, fungi adalah organisme unik yang umumnya berbeda dari eukariota lainnya ditinjau dari cara memperoleh makanan, organisasi struktural serta pertumbuhan dan reproduksi.

Gandjar

jamur atau fungi adalah sel eukariotik yang tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi mengolah makanan sendiri, tumbuh sebagai hifa, memiliki dinding sel yang mengandung kitin, bersifat heterotrof, menyerap nutrien melalui dinding selnya, dan mengekskresikan enzim ekstraselular ke lingkungan melalui spora, melakukan reproduksi seksual dan aseksual.

Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengertian Jamur (fungi) adalah salah satu mahluk hidup yang memiliki sifat eukariotik dan tidak berklorofil.  Jamur (fungi) ini berreproduksi dengan secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual menghasilkan dan menggunakan spora, kuncup, dan fragmentasi. Sedangkan Jamur yang bereproduksi dengan secara seksual yaitu zigospora, askospora, dan basidiospora.

Habitat dari Jamur (fungi) adalah  ditempat-tempat yang berlembap, air laut, air tawar, ditempat yang asam dan bersimbosis dengan ganggang yang membentuk lumut (lichenes).

Klasifikasi Jamur

Lalu bagaimana dengan klasifikasi jamur? Mari kita klasifikasikan atau kelompokkan jamur berdasarkan struktur tubuh dan cara reproduksinya jamur dibagi menjadi 4 divisi, klasifikasi jamur berdasarkan cara reproduksi secara generative (seksual), yaitu:

  1. Divisi Zygomycota
  2. Divisi Ascomycota
  3. Divisi Basidimycota
  4. Divisi Deuteromycota

Divisi Zygmycota

Klasifikasi jamur yang pertama adalah ZYgmycota. Anda bisa mengenali kelompok ini berdasarkan Ciri-ciri Zygmycota. Berikut ini ciri dari Zygmycota adalah sebagai berikut:

Ciri-ciri Zygmycota

Ada beberapa ciri yang bisa anda kenali bahwa sebuah jamur tergolong dari divisi Zygmycota. Berikut ini ciri dari Zygmycota adalah

  • Tubuh terdiri atas hifa tak bersekat dan banyak inti sel yang merupakan multiseluler
  • Menghasilkan zigospora sebagai hasil reproduksi seksual
  • Septa hanya terdapat pada sel untuk reproduksi
  • Dinding sel mengandung zat kitin
  • Tidak memiliki tubuh buah
  • Bersifat multiseluler
  • Reproduksi vegetatif / aseksual dengan cara membentuk spora vegetatif / spora aseksual yaitu sporangiospora terjadi bila kondisi lingkungan baik dan mendukung serta ada juga secara seksual dapat terjadi bila kondisi lingkungan kering dan tidak menguntungkan.

Gambar Zygomycota

Zygomycota bereproduksi secara aseksual atau begetatif dengan menghasilkan spora. Zygomycota dapat membentuk zigosporangium dengan dinding tebal sehingga dapat tahan dengan kondisi kering atau pada lingkungan yang buruk. Salah satu keunggulan dari divisi Zigosporangium  adalah secara metabolis tidak aktif sehingga dapat tahan pada kondisi beku dan kering.

Akan tetapi, setelah kondisi lingkungan membaik, maka sporangium yang mengandung zigospora akan berkecambah dengan menghasilkan sporangium yang didalamnya terdapat spora seksual. Jamur Rhizopus sp. memiliki rizoid dengan fungsi yang menyerap nutrisi dan hifa horizontal yang disebut dengan stolon.

Cara Hidup Zygomycota

Zygomycota secara umum memiliki habitat atau hidup dalam saproba (pengurai) di tanah, pada sisa-sisa organisme yang sudah mati atau sudah membusuk, dan makanan seperti tempe, nasi dan roti. Beberapa dari jenis Zygomycota hidup dengan bersimbiosis mutualisme pada akar tumbuhan dengan membentuk mikoriza.

Hubungan simbiosis mutualisme Zygomycota dengan tumbuhan adalah Zygomycota akan memperoleh nutrisi yang berupa zat organik yang berasal dari inang tumbuhan, sedangkan akar tumbuhan inang dapat meningkatkan penyerapan air dan mineral yang berasal dari dalam tanah.

Contoh Jamur Zygomycota dan perannya

Berikut ini contoh-contoh jamur yang termasuk kedalam divisi Zygomycota dan peran atau manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari:

  • Jamur Roti (Rhizopus stolonifer) Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya. Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora.
  • Jamur Tempe (Rhizopus oryzae) Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe.
  • Pilobolus Adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi. Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya. Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.
  • Mucor mucedo Hidup pada kotoran ternak
  • Rhizopus nigricans Menghasilkan asam fumarat, pemasak buah
  • Rhizopus nodusus Menghasilkan asam laktat.

Divisi Ascomycota

Dalam kelompok Ascomycota kita dapat mengenalinya melalui beberapa ciri yang bisa kita amati. Ciri dari Ascomycota adalah sebagai berikut:

  1. Hidup saprofit, parasit atau bersimbiosis
  2. Tubuhnya ada yang uniseluler seperti Saccharomyces dan ada yang multiseluler dengan hifa bersekat dan bercabang-cabang.
  3. Reproduksi aseksual dengan membentuk konidiospora yang dihasilkan oleh struktur yang disebut konidium sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk askospora di dalam askus. Umumnya askus tersebut dibentuk dalam tubuh buah yang disebut askokarp.

Reproduksi dengan secara aseksual tersebut berdasarkan uniseluler yang dilakukan dengan melakukan pembelahan sel atau juga pelepasan tunas dari sel induk. Tunas yang terlepas tersebut akan menjadi suatu sel jamur yang baru. tetapi, jika tidak terlepas maka sel tunas tersebut akan membentuk suatu rantai pseudohifa (hifa semu).

Bereproduksi aseksual dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu fragmentasi hifa serta pembentukan spora aseksual konidiospora. Hifa dewasa yang terputus menjadi hifa jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung konidiofor terbentuk spora yang diterbangkan oleh angin yang disebut konidia. Konidia mempunyai jumlah kromosom yang haploid (n). Hifa akan bercabang-cabang membentuk miselium yang haploid (n).

Klasifikasi Jamur

Divisi Basidimycota

Divisi Basidiomycota beranggotakan sekitar 25.000 spesies dan perlu anda ketahui bahwa anggota dari jamur Basidimycota sebagian besar mengandung racun yang sangat mematikkan. Jamur ini mudah dikenal karena umumnya memiliki tubuh buah seperti payung. Walaupun sebagian jamur divisi ini dapat dikonsumsi, beberapa jamur dapat pula mematikan.

Beberapa anggota dari genus Amanita mengandung racun yang sangat mematikan. Beberapa jenis Basidiomycota juga dapat membahayakan tumbuhan, misalnya menyebabkan kematian pada tanaman ladang. Contoh Basidiomycota lainnya, yaitu Auricularia polytricha (jamur kuping), Volvariella volvaceae (jamur merang), dan Ganoderma.

Contoh Spesies Divisi Basidimycota

  • Puccinia Graminis
  • Jamur Merang (Volcariella Volvacea)
  • Ustilago maydis
  • Jamur Kuping
  • Amanita Muscaria

Divisi Deuteromycota

Jamur yang tergolong dalam devisi Deuteromycota ini bersifat saprofit dibanyak jenis materi organic,dan hidup sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi , serta bersifat perusak tanaman budidaya dan tanaman hias. Jamur ini juga menyebabkan penyakit pada manusia. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur kelompok Deuteromycota adalah dermatokinosis (kurap dan panu) dan menimbulkan pelapukan pada kayu. Contoh klasik jamur ini adalah monilia sitophila , yaitu jamur oncom. Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang. Monilia juga dapat tumbuh dari roti , sisa- sisa makanan, tongkol jagung , pada tonggak – tonggak atau rumput sisa terbakar, konodiumnya sangat banyak dan berwarna jingga.

Contoh jamur Divisi Deuteromycota

Contoh dari jamur devisi deuteromycota yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:

  • Aspergillus Merupakan jamur yang hidup pada medium dengan derjat keasaman dan kandungan gula tinggi.
  • Epidermophyton dan Mycosporium : Kedua jenis jamur ini merupakan parasit pada manusia. Epidermophyton menyebabkan penyakit kaki pada atlit, sedangkan Mycosporium penyebab penyakit kurap.
  • Fusarium, Verticellium, dan Cercos : Ketiga jenis jamur ini merupakan parasit pada tumbuhan. Jamur ini jika tdaik dibasmi dengan fungisida dapat merugikan tumbuhan yang diserangnya.